Boleh dipelajari, diubah, dan dibagikan.
Akses ke kode sumber bukan tujuan akhir. Orang perlu punya ruang nyata untuk memahami cara kerja perangkat lunak, menyesuaikannya dengan kebutuhan, dan meneruskan perbaikan kepada orang lain.
IndopenSource mengutamakan proyek yang bisa dipelajari, dipakai ulang, dirawat bersama, dan memberi manfaat nyata bagi ekosistem teknologi Indonesia.
Teknologi tumbuh kalau dirawat bersama — dibuka, dibaca, dipakai ulang, dan diwariskan.
Akses ke kode sumber bukan tujuan akhir. Orang perlu punya ruang nyata untuk memahami cara kerja perangkat lunak, menyesuaikannya dengan kebutuhan, dan meneruskan perbaikan kepada orang lain.
Kode, diskusi, keputusan, dokumentasi, dan roadmap sebaiknya meninggalkan jejak publik. Keterbukaan membuat masalah lebih mudah ditemukan, pengetahuan tidak berhenti pada satu orang, dan kontribusi dapat diperiksa bersama.
Proyek yang berguna memerlukan kurasi, dokumentasi, review, keamanan, dan regenerasi pengelola. Merawat pekerjaan lama sama berharganya dengan memulai repository baru.
Open source memberi ruang untuk membangun kemampuan sendiri, memakai ulang pengetahuan, dan menyesuaikan teknologi dengan bahasa serta kebutuhan lokal. Kemandirian tidak berarti bekerja sendirian; ia tumbuh lewat gotong royong lintas proyek dan komunitas.
Prinsip di atas dirumuskan untuk konteks IndopenSource dari sejarah dan praktik gerakan open source. Ini bukan kutipan atau definisi hukum lisensi, melainkan pegangan kerja komunitas.
sejarah istilah dan gerakan open source
kebebasan mempelajari, mengubah, dan membagikan perangkat lunak
pengembangan terbuka, umpan balik, dan kolaborasi publik
jejak gerakan dan kemandirian teknologi di Indonesia
Sebuah buku yang sedang disiapkan untuk merangkum gagasan, praktik, dan arah gerakan perangkat terbuka dalam konteks Indonesia.
Kalau bisa dipelajari, dipakai ulang, dan dirawat bersama — itu sudah open source.